INVESTIGASI ORMAS/LSM


Kegiatan investigasi yang dilaksanakan oleh Ormas adalah suatu keniscayaan, karena pikiran dan pendapat yang berkembang di masyarakat kerap kali tumbuh dan berkembang tanpa ada yang menyangkal atau membantah

Ormas sebagai penyalur aspirasi masyarakat yang berkembang tidak lah disalurkan begitu saja tanpa ada proses yang menghasilkan pendapat dan pemikiran 

Investigasi merupakan suatu proses mencatat/ merekam dengan tujuan memperoleh jawaban atas peristiwa yang terjadi 

Krismanto berpendapat bahwa investigasi adalah proses penyelidikan sehingga hanya petugas kepolisian yang bisa melakukannya 

Begitupun disebutkan dalam pasal 59 UU 17 Tahun 2013 :Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas  dan wewenang penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku dalam pasal penjelasan disebutkan bahwa kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum adalah tindakan penangkapan, penahanan dan membatasi kebebasan bergerak seseorang karena latar belakang etnis, agama dan kebangsaan yang bertentangan dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku. 

Padahal sinonim investigasi adalah analitis, eksplorasi, pendalaman, penelitian, penggalian tentang peristiwa yang sudah terjadi maupun prediksi kejadian mendatang 

Kegiatan investigasi Ormas dibenarkan sejauh demi kepentingan umum walaupun secara khusus tidak ada dalam pasal UU Ormas namun diberi keleluasaan di PP 43 Tahun 2018 maupun PP 12 Tahun 2017 karena menyampaikan laporan tindakan pidana korupsi, masyarakat baik individu maupun kelompok masyarakat diberikan ruang partisipasi guna mewujudkan pencegahan dan pemberantasan korupsi sebagai amanah UU 31 Tahun 1999.

Penulis 

Faisal Lamin 

Ketua Marcab LSM BARAK INDONESIA CAB ACEH TENGGARA

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top